Damai Papua

( Karya Saya dan Sahabat)

Minggu, 25 November 2012

Selalu Ada Hikmah dibalik Masalah



Diposting oleh Damai Papua di 00.24
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Materiku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Pages

  • Daftar Isi
  • Contact Us
  • Copyright
  • Desclimer
  • Terms of Service

Popular Posts

  • Refleksi Hari Ini
    Apa yang salah jika ada sedikit anggaran yang dikucurkan untuk membantu para pelaku usaha ekonomi kreatif pemilik tanah, apalagi menjelang ...
  • Belajar Dari Kegagalan; Membangun Papua yang Bermartabat
    Ismail Oleh:Ismail Bepa Ladopurab,SE Sepatutnya Momentum ini adalah saat dimana kita melakukan evaluasi dan introspeksi diri yang d...
  • Catatan Fiktif Yang Mungkin Nyata
    Sekali saja kita menginjakkan kaki di pulau itu, kita serasa pulang ke masa lalu. Kondisi dulu tidak berbeda dengan sekarang, jalan-jalan m...
  • Jayapura City
    Malam lahirkan temaram, ketika warna munculkan kelam Langkah kaki mengukir jalan disaat sapa menghilangkan salam Kaulah poros semua jal...
  • Selalu Ada Hikmah dibalik Masalah
  • Jalan Nyata, Gerak Maya; Kampanye Anak Papua Merangkul Cyber
    Jayapura, Damai Papua  Jakarta terperangah menyaksikan hasil pemilihan langsung kepala daerah. Tanpa diduga, pasangan calon Jokowi-Ahok...
  • Investor China Melirik Papua
    Oleh: Karmin Lasuliha (Penulis adalah pemerhati Sosial di Tanah Papua) Apa yang terbersit dalam pikiran kita ketika mendengar ...
  • Beberapa Tujuan Wisata di Jayapura yang wajib anda kunjungi
    Tugu Sejarah Mc Arthur, yang ada di Ifar Gunung Kabupaten Jayapura Pantai Holtecamp, Jayapura Danau Sentani, Kabupaten Jayapura...
  • “Membumikan Islam sebagai Rahmatan lil Alamin” Ikhtiar Bersama Menuju Dakwah yang Sejuk, Damai dan Humanis di Tanah Papua
    Oleh: Karmin Lasuliha ( Direktur Lembaga Kebijakan Publik Papua) Dakwah adalah syiar agama yang di jalankan oleh setiap individu, kel...
  • Surat Kedua
    Ambillah kayu kering, bakar di balik semak dan perdu. Ubi ditusuk sate, dekatkan ke perapian. Hangus merasuk hidung, terasa gurih walaupu...
Tema PT Keren Sekali. Diberdayakan oleh Blogger.